Selasa, 02 Februari 2010

Statistik Pendidikan

Selasa,02 Februari 2010

Statistik Pendidikan

Berbagai Rangkuman dan Uraian Konsep Dasar Statistik serta Beberapa Definisi-Definisi Umum Istilah dalam Statistik

No.

Subjek bahasan

Uraian

1.

Pengertian Statistik

- Menurut etimologi = status (latin), state (inggris) atau staat (belanda) yang berarti Negara.

- Menurut terminologi, merupakan sekumpulan angka atau bilangan yang mengandung keterangan tentang keadaa, peristiwa/gejala tertentu yang sudah disusun dalam daftar, dilukis dalam bentuk grafik atau diagram. (Sudijono:1987).

2.

Definisi Statistik Pendidikan

Ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan memperkembang-kan prinsi-prinsip, metode-metode, dan prosedur yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun, menyajikan, dan menganalisis bahan informasi.

3.

Tujuan mempelajari statistic pendidikan

1. agar dapat memahami istilah statistic dan manfaatnya

2. dapat diaplikasikan dalam lapangan penelitian, laporan pendidikan serta dapat memahami buku laporan yang memuat data statistik

3. agar memiliki sifat teliti dan cermat dalam menerima / mengemukakan keterangan

4.

Penggolongan Statistik

1. Statistik Deskriptif/Deduktif/sederhana

- Generalisasinya dibatasi pada kelompok individu yang diobsevasi

- Tidak ada kesimpulan yang diperluas.

- Merupakan gambaran suatu kelompok yang hanya berlaku pada kelompok tersebut.

2. Statistik Inferensial/Induktif/Lanjut/mendalam.

- mempelajari teknik pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel)

- penarikan kesimpulan mengenai populasinya didasari atas hasil observasi terhadap sampel.

3. Statistik Parametrik

Merupakan teknik yang digunakan untuk data yang berasal dari populasi atau sampel untuk populasi yang distribusinya normal

4. Statistik Nonparametrik

Merupakan teknik yang digunakan untuk data yang berasal dari populasi atau sampel untuk populasi yang distribusinya tidak normal.

5.

Ciri-ciri Statistik

1. Bekerja dengan bilangan

2. bersifat objektif.

3. bersifat universal

6.

Landasan Kerja Statistik

1. Variasi ; peneliti selalu menghadapi gejala yang bermacam-macam.

2. Reduksi ; peneliti hanya melakukan sebagian yang hendak diteliti.

3. generalisasi ; kesimpulan sebagian yang mewakili kesimpulan keseluruhan

7

Pembagian data statistik

1. Menurut sifatnya

- Data kontinyu (dapat menggunakan pecahan) misalnya; data dalam satuan ukuran (baik berupa jarak, berat, dsb) seperti, dalam ukuran cm ( 150,1-150,2-150,3-dst)

- Data diskrit (tidak bisa berupa pecahan) misalnya data jumlah mahasiswa (dalam satuan orang/tidak mungkin dalam bentuk pecahan) seperti : 5 - 6- 7- 8- 9- dst

2. Menurut sumbernya

- Data internal ; data yang menggambarkan keterangan/ keadaan / kegiatan di dalam suatu organisasi.

- Data Eksternal : data yang menggambarkan keterangan / keadaan/ kegiatan di luar suatu organisasi.

3. Menurut Cara Penyusunannya

- Data nominal ( atas jenis/golongan/klasifikasi tertentu)

- Data ordinal (atas tingkatan/peringkat/kedudukan)

- Data interval (terdapat jarak yang sama di antara data yang diselidiki)

4. Menurut bentuk angkanya

- Data tunggal

- Data kelompokan

5. Menurut Perolehannya

- Data primer ( diperoleh langsung dari objeknya)

- Data sekunder ( sudah diolah oleh pihak lain)

6. Menurut waktu pengumpulannya.

- Data seketika

- Data urutan waktu (keterangan mengenai suatu hal dari waktu ke waktu)

8.

Sifat data statistik

1. Memiliki nilai semu/ relatif (nilai itu sendiri)

2. Memiliki nilai nyata (nilai yang ditambah dan/atau dikurang 0,5 jika bilangan bulat atau 0,05 jika pecahan persepuluhan atau 0,005 jika pecahan perseratusan dan seterusnya.

3. Memiliki Batas Bawah Nyata Relatif dan Batas Atas Nyata Relatif

4. Memiliki nilai tengah (midpoint)

5. Menggunakan sistem desimal

6. Menggunakan sistem pembulatan

9.

Tabel Distribusi Frekuensi

Alat penyajian data statistik yang berbentok kolom dan lajur yng di dalamnya dimuat angka yang dapat melukiskan atau menggambarkan pembagian frekuensi dari variabel yang menjadiobjek penelitian.

10.

Beberapa bentuk tabel

1. Tabel satu arah (keterangan yang memuat satu katagori saja)

2. Tabel Dua arah ( tabel yang memuat dua katagori)

3. Tabel tiga arah ( tabel yang memuat tiga katagori)

11.

Macam-macam tabel distribusi frekuensi

1. Tabel distribusi frekuensi data tunggal (yang angka-angkanya tidak dikelompokan)

2. Tabel distribusi frekuensi data kelompokan (yang angka-angkanya dibuat berkelompok/kelas interval)

3. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ( penyajian data frekuensinya dihitung meningkat, baik dari atas maupun dari bawah)

4. Tabel distribusi frekuensi Relatif (penyajian tabelnya dalam bentuk persen-an).

12.

Grafik Histogram

(Bar Diagram)

- yaitu grafik yang berbentuk dari beberapa segiempat.

- Tahapan yang harus ditempuh untuk membuatnya (baik data tunggal maupun kelompokan) yaitu :

1. menetapkan nilai nyata.

2. menyiapkan sumbu (x) untuk nilai nyata berurutan mulai rendah hingga tinggi.

3. menyiapkan sumbu (y) untuk frekuensi

4. menetapkan titik 0 pada perpotongan sumbu (x) dan (y)

5. melukiskannya (terlebih dahulu mencantumkan nomor dan judul grafik)

13.

Grafik Poligon

- grafik garis tunggal yang dihasilkan dengan menghubungkan titik tengah.

- Cara membuatnya:

1. menetapkan titik tengah masing-masing kelas interval (data kelompokan) atau nilai relatif (data tunggal).

2. menyiapkan sumbu (x) untuk nilai relatif (data tunggal) atau titik tengah (data kelompokan) berurutan mulai rendah hingga tinggi.

3. menyiapkan sumbu (y) untuk frekuensi

4. melukiskannya (terlebih dahulu mencantumkan nomor dan judul grafik

14.

Rata-rata

(avarage)

Nilai yang mewakili suatu kelompok data/ nilainya cenderung di tengah-tengah dari sekelompok data yang telah diurutkan.

15.

Mean (rata-rata hitung)

Jumlah nilai dibagi jumlah individu.

16.

Median

(rata-rata pertengahan)

Nilai yang membagi distribusi frekuensi ke dalam dua bagian yang sama besar.

17.

Kuartil

Nilai yang membagi distribusi frekuensi ke dalam 4 bagian yang sama besar. Disingkat dengan lambang K, dengan demikian ada tiga buah kuarti yaitu, K1, K2 dan, K3

18.

Desil

Nilai yang membagi distribusi frekuensi ke dalam 10 bagian yang sama besar. Disingkat dengan lambang D, dengan demikian ada sembilan buah desil yaitu, D1,D2,D3,D4,D5,D6,D7,D8, dan D9

19.

Persentil

Nilai yang membagi distribusi frekuensi ke dalam 100 bagian yang sama besar. Disingkat dengan lambang P, dengan demikian ada 99 buah persentil yaitu, P1,P2,P3,P4,P5.......P99.

20.

Modus

Nilai yang mengandung frekuensi terbanyak.

21.

Penyebaran Data

Merupakan berbagai macam ukuran statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui luas penyebaran data atau variasi data atau homoginitas data atau stabilitas data.

22.

Range (nilai jarak)

Ukuran statistik yang menunjukan jarak penyebaran antara skor terendah (NR) dan skor tertinggi (NT). Simbolnya adalah R.

23.

Deviasi

Selisih atau simpangan dari masing-masing nilai (skor) atau midpoint dari nilai rata-rata hitung (mean)-nya

24.

Mean Deviasi

Jumlah harga mutlak deviasi tiap skor/ interval dibagi dengan jumlah frekuensi

25.

Standar Deviasi

Akar kuadrat dari jumlah harga mutlak deviasi tiap skor/ interval yang dikuadratkan dibagi dengan jumlah frekuensi

26.

Korelasi

Merupakan hubungan dua variabel atau lebih.

27.

Tujuan korelasi

1. mencari bukti kebenaran apakah terdapat korelasi antara variabel satu dengan yang lainnya.

2. mengetahui apakah korelasinya kuat, cukup, atau lemah.

3. mengetahui kejelasan apakah korelasinya signifikan atau tidak

28.

Kolerasi Positif

Merupakan hubungan antar dua variabel atau lebih yang searah

29.

Korelasi Negatif

Merupakan hubungan antar dua variabel atau lebih yang berlawanan arah.

30.

Angka Indeks Korelasi

Merupakan angka yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui seberapa besar kekuatan korelasinya di antara variabel yang sedang diselidiki. Angka tersebut selalu bergerak antara -1,000 s.d 0.000 s.d. +1,000

31.

Korelasi Product Moment

Korelasi Product Moment melukiskan hubungan antara dua gejala interval, seperti tinggi badan, berat badan, prestasi belajar statistik, dan sebagainya.

32.

Korelasi Koefisien Kontingensi

Dua buah variabel yang korelasinya berbentuk katagori nominal atau kedua buah variabel tersebut yang korelasinya berbentuk katagori ordinal.

33.

Test Non Parametrik

(tes bebas Distribusi)

Dapat digunakan jika;

1. Sifat distribusi populasi tidak diketahui normal/tidaknya.

2. variabel-variabelnya berbentuk skala nominal dan dinyatakan dalam jumlah frekuensi.

3. variabel-variabelnya berbentuk skala ordinal, dinyatakan dalam urutan ke-1, ke-2, ke-3 dan seterusnya

34.

Keuntungan Test NonParametrik

1. pengumpulan data lebih sederhana

2. mudah menghitungnya

3. diaplikasikan tanpa mengetahuidistribusi populasi data tersebut

35.

Kelemahan Test NonParametrik

Jika data dapat dianalisis dengan metode parametrik, maka ketelitiannya dan kekuatan hasil analisis akan lebih rendah daripada menggunakan metode parametrik

36.

Student Test ( ‘t’ test)

Test yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihil yang dinyatakan bahwa di antara dua buah Mean Sampel yang di ambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Jadi, ‘t’ test merupakan teknik analisis komparasional yang berdasarkan pada perbedaan antar dua variabel.

37.

Test Chi kuadrat

Teknik analisis komparasional yang mendasarkan diri pada perbedaan frekuensi dari data yang sedang kita selidiki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar